Sabtu, 07 September 2013

GAYA/METODE MENGAJAR DALAM PENJAS





GAYA KOMANDO
Dalam gaya komando ini guru penjas harus aktif karena penjelasan , penyampaian materi diberikan oleh guru penjas itu sendiri.dalam gaya komando dari pra pertemuan,dalam pertemuan dan pasca pertemuan keputusan semua diambil oleh guru penjas.

UNSUR-UNSUR KHAS GAYA KOMANDO
-Semua keputusan dibuat oleh guru
-Menuruti petunjuk dan melaksanakan tugas merupakan kegiatan utama siswa
-Menghasilkan tingkat kegiatan yang tinggi
-Dapat membuat siswa merasa terlibat dan termotivasi
-Mengembangkan perilaku disiplin

GAYA LATIHAN
Dalam gaya latihan siswa diberikan waktu untuk melaksanakan tugas secara perorangan dan guru memberi umpan balik kepada semua siswa secara perorangan
PERANAN GURU PENJAS
-Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri-Memberi balikan secara individual
-meningkatkan interaksi kepada individu
-memberi kesempatan kepada siswa dalam penyesuaian diri

GAYA RESIPROKAL
Gaya resiprokal memberikan kesempatan kepada teman sebaya untuk memberikan umpan balik
Peranan ini memungkinkan:
-peningkatan interaksi sosial antar siswa
-umpan balik langsung
Jadi dalam gaya ini antar siswa bisa saling menkoreksi .

GAYA CAKUPAN/INKLUSI
Dalam gaya ini guru memberi tingkatan / level kemampuan kepada siswa, sehingga siswa dapat memilih gerakan sesuai kemampuannya.

GAYA KONVERGEN DAN DIVERGEN
Dalam gaya konvergen guru cukup memberikan perintah / intruksi dalam melakukan teknik gerakan dan siswa melakukan sesuai sepengetahuannya
Contok :Bagaimana cara melakukan passing menggunakan kaki bagian luar dalam sepak bola/lakukan
Dalam gaya divergen siswa dituntut kreativ karena guru hannya memberi intruksi / perintah dan siswa melakukan.
Contoh : Buatlah bentuk latihan menggunakan tali untuk meningkatkan kebugaran jasmani.





METODE/GAYA MENGAJAR DALAM PENJAS

Posted: 19 November 2010 in Olahraga
http://grandmall10.files.wordpress.com/2010/11/deporte1.jpg?w=614
GAYA INKLUSI
Gaya inklusi/cakupan pada prinsipnya adalah memberikan bentuk tugas yang sama dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Guru menentukan tugas pembelajaran yang memiliki target/kriteria yang berbeda kesulitannya& siswa diberi keleluasaan untuk menentukan tugas apa yang sesuai dengan kemampuannya. Metode mengajar inklusi memperkenalkan beberapa tingkat tugas. Dalam metode ini siswa didorong untuk menentukan tingkat penampilannya.

Tujuan gaya inklusi/cakupan:
  1. Melibatkan semua siswa
  2. Penyesuaian terhadap perbedaan individu
  3. Memberi kesempatan untuk memulai pada tingkat kemampuan sendiri
  4. Memberi kesempatan untuk mulai kerja dengan tugas-tugas yang ringan ke berat, sesuai dengan tingkat kemampuan siswa
  5. Belajar melihat hubungan antara kemampuan merasa dengan tugas apa yang dapat dilakukan oleh siswa
  6. Individualisasi dimungkinkan, karena memilih diantara alternatif tingkat tugas yang telah disediakan

Peranan Guru :
  • Membuat keputusan pada pra pertemuan
  • Harus merencanakan seperangkat tugas-tugas dalam berbagai tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan perbedaan individu dan yang memungkinkan siswa untuk beranjak dari tugas yang mudah ke tugas yang sulit.
Keputusan-keputusan Siswa:
a. Memilih tugas-tugas yang tersedia
b. Melakukan penafsiran sendiri dan memilih tugas awalnya
c. Siswa mencoba tugasnya
d. Siswa menentukan untuk mengulang, memilih tugas yang lebih sulit atau lebih mudah, berdasarkan hasil tugas awal
e. Mencoba tugas berikutnya
f. Siswa menilai/menaksir hasil-hasilnya
g. Prosesnya dilanjutkan
Contoh dari metode inklusi dapat dilihat dari penggunaan tali untuk melompat. Jika tali dipentangkan setinggi 1 meter dari tanah, dan setiap siswa diminta untuk melompatinya, semua siswa akan berhasil. Akan tetapi keberhasilan tidak diperoleh semua siswa dengan tingkat kesulitan yang sama. Sebagian siswa akan melompatinya dengan mudah, sedangkan sebagian lagi harus mengerahkan kemampuannya untuk melompati tali. Jika ketinggian tali dinaikkan, kesulitan dalam tugas akan meningkat dan akhirnya akan menyebabkan makis sedikit jumlah siswa yang akan berhasil melompatinya. Ini berarti kita memberikan standar bagi setiap siswa dan banyak siswa yang akan dikeluarkan dengan menaikkan tingkat kesulitan dalam tugas.
Sekarang, jika tali direntangkan miring dan para siswa diperintahkan untuk melompat, para siswa akan menyebar sepanjang tali pada berbagai ketinggian. Hal ini akan memungkinkan untuk melibatkan para siswa dengan berbagai tingkat kemampuannya.. ini juga akan memungkinkan para siswa untuk memilih dimana dia akan memulai tugasnya.
Pelaksanaan Metode Inklusi
  • Menjelaskan metode ini kepada siswa. Satu demonstrasi dengan menggunakan tali yang miring akan memberikan ilustrasi yang sagat bagus.
  • Siswa disuruh memulai
  • Amati dan memberi waktu bagi siswa untuk melakukan metode ini
  • Memberi umpan balik kepada siswa tentang peranan siswa dalam pengambilan keputusan dalam pengambilan keputusan memilih tugas-tugas :



-         Tanyakan bagaimana mereka memilih tugas-tugas
-         Fokuskan perhatian-pada penggunaan umpan balik yang netral, agar siswa mengambil keputusan mengenai taraf tugas yang sesuai dengan kemampuannya.
-         Amati kesalahan-kesalahan dalam penampilan siswa dan kriteria yang menyangkut penampilan dalam tugasnya.
IMPIKASI GAYA INKLUSI
ü      Siswa dapat terlayani dengan perbedaan individu. Salah satu keuntungan yang sangat penting dari metode ini adalah memperhatikan perbedaan individu dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan untuk maju dan berhasil.
ü      Adanya perbedaan antara pengetahuan yang dimiliki siswa dengan kenyataan yang ada. Memungkinkan siswa untuk melihat ketidak sesuaian antara aspirasi atau pengetahuan mereka dengan kenyataan. Mereka akan belajar untuk mengurangi kesenjangan antara kedua hal ini.
ü      Fokus perhatian ke individu siswa. Fokus perhatian ditujukan kepada individu dan apa yang dia dapat lakukan dari pada membandingkannya dengan orang lain.
ü      Siswa membandingkan konsep mereka sendiri yang berkaitan dengan penampilan fisik.


Memilih Dan Merancang Pokok Bahasan
  • Konsep tentang tingkat kesulitan. Tugas-tugas yang dipilih harus dimulai dari yang sederhana ke yanglebih unik, dengan tiap tugas mempunyai tingkat kesulitan yang ditambahkan.
  • Jika kita menggunakan menembak dalam bola basket sebagai contoh dari beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan adalah :
ü      Rentangan jarak dari minimum ke maksimum
ü      Tingginya basket
ü      Ukuran lingkaran dan ukuran bola
ü      Sudut tembakan, dll.
  • Kisi-kisi faktor berikut dapat dipakai sebagai alat untuk menganalisis tugas-tugas menentukan tingkat kesulitan.

Sumber: http://wildanyuslih.blogspot.com/2013/04/gayametodemengajar-dalam-penjas-gaya.html


Artikel terkait :

*      Kaset karate



0 komentar:

Poskan Komentar